Firman Tuhan ( Maz.1:1-2)
Sebagai orang yang percaya kepada Tuhan Yesus sudah sewajarnya menyukai akan Firman Tuhan baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Apakah itu? Yaitu membaca, menyelidiki, menghafal,mendengar dan melakukan Firman Tuhan dalam hidup. Boleh-boleh saja menyukai akan yang lain tetapi dalam menyukai Firman Tuhan harus ditempatkan diurutan pertama.
Apabila setiap orang Kristen menyukai Firman Tuhan sudah pasti memperoleh banyak manfaat. Manfaatnya adalah ia tidak akan dengan mudahnya berbuat dosa (Maz.119;9,11). Imannya akan bertumbuh (Rm.10:17). Pengertiannya akan semakin maju (Maz.119:104). Dengan majunya pengertiannya , ia akan mampu mengajar orang lain, menyatakan kesalahan,memperbaiki kelakuan, mendidik orang dalam kebenaran ( 2 Tim.3:16).
Jemaat mula-mula menyukai akan Firman Tuhan. Tokoh-tokoh besar dalam sejarah gereja juga menyukai akan Firman Tuhan. Lalu bagaimana dengan keadaan jemaat masa kini, apakah masih menyukai Firman Tuhan ? Memang belum ada survey apakah jemaat masa kini menyukai Firman Tuhan atau tidak. Akan tetapi melihat begitu banyaknya kehidupan umat Tuhan yang tidak dengan benar menjalani kekristenannya sudah bisa disimpulkan Firman Tuhan sudah tidak lagi menjadi prioritas utama.
Kamis, 27 Januari 2011
Berdoa
Berdoa (1 Tes. 5;17)
Orang Kristen tidak boleh mengabaikan doa dalam hidupnya. Doa harus menjadi gaya hidup. Gaya hidup yang dimaksud adalah dimana sebelum mengerjakan sesuatu selalu diawali dengan berdoa kepada Tuhan. Dalam doa kita dapat menaikan syukur, pujian dan permohonan kepada Tuhan. Ucapan syukur atas segala sesuatu yang terjadi dan dialami. Pujian atas segala kebaikan Tuhan dikehidupan ini. Serta permohonan dalam banyak hal.
Berkenaan dengan permohonan kepada Tuhan, doa merupakan senjata yang ampuh untuk mematahkan serangan kuasa kegelapan (Ef.6:18-19). Iblis sering melakukan serangan mendadak bagi setiap umat Tuhan termasuk para pelayan Tuhan. Dan senjata yang perlu digunakan adalah doa kita kepada Tuhan. Mereka yang mengabaikan dosa akan mudah dikalahkan. Untuk itu jangan sekali-kali mengabaikan doa kepada Tuhan.
Perhatikan dengan baik, Tuhan Yesus di masa pelayanan dimuka bumi ini tidak pernah mengabaikan doa. Ia selalu menyediakan waktunya untuk berdoa kepada Allah Bapa ( Mat.14:23). Sesibuk apaun Dia, ada waktu yang digunakan untuk berdoa. Hendaknya hal ini menjadi pemacu dan sekaligus sebagai pemacu bagi banyak orang untuk rajin berdoa.
Disamping itu ada penegasan dari Tuhan Yesus bahwa seseorang yang mau berdoa tidak akan mudah jatuh ke dalam pencobaan ( Mat.22:40). Hidup ini tidak lepas dari berbagai pencobaan dari si jahat. Ia bisa saja memanfaatkan kelemahan maupun kelebihan seseorang. Ia juga bisa memanfaatkan situasi nyaman dan tidak nyaman. Hanya mereka yang mau berdoalah yang akan bertahan dari segala macam pencobaan dari si jahat.
Perlu diingat tanpa berdoa seseorang tidak memperoleh apa-apa (Yak.4:3). Banyak keinginan atau cita-cita yang baik hanya sebatas keinginan atau cita-cita. Hal itu terjadi karena tidak pernah berdoa. Jadi jangan pernah mengabaikan betapa pentingnya berdoa itu.
Orang Kristen tidak boleh mengabaikan doa dalam hidupnya. Doa harus menjadi gaya hidup. Gaya hidup yang dimaksud adalah dimana sebelum mengerjakan sesuatu selalu diawali dengan berdoa kepada Tuhan. Dalam doa kita dapat menaikan syukur, pujian dan permohonan kepada Tuhan. Ucapan syukur atas segala sesuatu yang terjadi dan dialami. Pujian atas segala kebaikan Tuhan dikehidupan ini. Serta permohonan dalam banyak hal.
Berkenaan dengan permohonan kepada Tuhan, doa merupakan senjata yang ampuh untuk mematahkan serangan kuasa kegelapan (Ef.6:18-19). Iblis sering melakukan serangan mendadak bagi setiap umat Tuhan termasuk para pelayan Tuhan. Dan senjata yang perlu digunakan adalah doa kita kepada Tuhan. Mereka yang mengabaikan dosa akan mudah dikalahkan. Untuk itu jangan sekali-kali mengabaikan doa kepada Tuhan.
Perhatikan dengan baik, Tuhan Yesus di masa pelayanan dimuka bumi ini tidak pernah mengabaikan doa. Ia selalu menyediakan waktunya untuk berdoa kepada Allah Bapa ( Mat.14:23). Sesibuk apaun Dia, ada waktu yang digunakan untuk berdoa. Hendaknya hal ini menjadi pemacu dan sekaligus sebagai pemacu bagi banyak orang untuk rajin berdoa.
Disamping itu ada penegasan dari Tuhan Yesus bahwa seseorang yang mau berdoa tidak akan mudah jatuh ke dalam pencobaan ( Mat.22:40). Hidup ini tidak lepas dari berbagai pencobaan dari si jahat. Ia bisa saja memanfaatkan kelemahan maupun kelebihan seseorang. Ia juga bisa memanfaatkan situasi nyaman dan tidak nyaman. Hanya mereka yang mau berdoalah yang akan bertahan dari segala macam pencobaan dari si jahat.
Perlu diingat tanpa berdoa seseorang tidak memperoleh apa-apa (Yak.4:3). Banyak keinginan atau cita-cita yang baik hanya sebatas keinginan atau cita-cita. Hal itu terjadi karena tidak pernah berdoa. Jadi jangan pernah mengabaikan betapa pentingnya berdoa itu.
Perjamuan Kudus
Perjamuan Kudus (I Kor.11:23-34)
Perjamuan Kudus adalah ritual penting di dalam gereja. Gereja khatolik, protestan maupun gereja yang beraliran kharismatik sudah pasti melakukannya. Yang membedakan adalah seberapa sering dilakukan dan penekanan makna dibalik Perjamuan Kudus tersebut.
Perlu dipahami tentang alasan melakukan Perjamuan Kudus, materi yang digunakan dan persyaratan di dalam mengikuti Perjamuan Kudus oleh setiap warga gereja. Jangan sampai ikut di dalamnya tetapi tidak mengerti apa-apa. Mengenai alasan melakukan Perjamuan Kudus adalah pertama, sebagai bentuk ketaatan warga gereja atas perintah Tuhan Yesus ( I Kor.11:24). Tuhan Yesus memerintahkan para murid-Nya dan tentu saja kepada setiap kita dijaman ini untuk melakukan Perjamuan Kudus. Kedua untuk mengingat atau mengenang akan pengorbanan Tuhan Yesus kepada kita( I Kor.11:24-25) Jangan sampai kita lupa akan pengorbanan Tuhan Yesus terutama tentang penghianatan,penghinaan,penderitaan, bahkan kematianNya diatas kayu salib. Ketiga adalah sebagai bentuk pemberitaan kita kepada dunia tentang kematianNya ( I Kor.11:26). Dengan adanya Perjamuan Kudus secara tidak langsung kita sesungguhnya memberitakan kematian Tuhan Yesus bagi kita karena dosa kita.
Mengenai materi yang digunakan dalam Perjamuan Kudus, tidak lain adalah roti dan air anggur. Roti melambangkan tubuh Tuhan Yesus sedangkan anggur melambangkan darah Tuhan Yesus. Boleh tidak kita menggunakan singkong, nasi atau sagu ganti roti ? Boleh-boleh saja. Akan tetapi sampai sekarang belum dikontekstualisasikan oleh tokoh-tokoh gereja di Indonesia , maka materi yang digunakan tetap ari anggur dan roti.
Mengenai persyaratan bagi yang mengikuti Perjamuan Kudus adalah adanya pengujian diri atau intropeksi diri ( I Kor.11:29). Tidak bisa asal ikut Perjamuan ada pemberesan diri atas dosa yang diperbuat, dan bertekad untuk hidup kudus dihadapan Allah. Apabila persyaratan tersebut dilanggar yakinlah ada sanksi yang Tuhan akan buat.
Menyangkut ekses-ekses yang ada yaitu roti dan anggur dapat menyembuhkan sakit penyakit, mengikuti perjamuan tanpa ada persyaratan tertentu berupa koreksi diri dan harus sudah dibaptis, tidak bisa dipungkiri. Setiap gereja memiliki pengajaran masing-masing. Sekalipun demikian bukan berarti didiamkan. Perlu ada pengkajian ulang dibawah terang Firman Tuhan.
Perjamuan Kudus adalah ritual penting di dalam gereja. Gereja khatolik, protestan maupun gereja yang beraliran kharismatik sudah pasti melakukannya. Yang membedakan adalah seberapa sering dilakukan dan penekanan makna dibalik Perjamuan Kudus tersebut.
Perlu dipahami tentang alasan melakukan Perjamuan Kudus, materi yang digunakan dan persyaratan di dalam mengikuti Perjamuan Kudus oleh setiap warga gereja. Jangan sampai ikut di dalamnya tetapi tidak mengerti apa-apa. Mengenai alasan melakukan Perjamuan Kudus adalah pertama, sebagai bentuk ketaatan warga gereja atas perintah Tuhan Yesus ( I Kor.11:24). Tuhan Yesus memerintahkan para murid-Nya dan tentu saja kepada setiap kita dijaman ini untuk melakukan Perjamuan Kudus. Kedua untuk mengingat atau mengenang akan pengorbanan Tuhan Yesus kepada kita( I Kor.11:24-25) Jangan sampai kita lupa akan pengorbanan Tuhan Yesus terutama tentang penghianatan,penghinaan,penderitaan, bahkan kematianNya diatas kayu salib. Ketiga adalah sebagai bentuk pemberitaan kita kepada dunia tentang kematianNya ( I Kor.11:26). Dengan adanya Perjamuan Kudus secara tidak langsung kita sesungguhnya memberitakan kematian Tuhan Yesus bagi kita karena dosa kita.
Mengenai materi yang digunakan dalam Perjamuan Kudus, tidak lain adalah roti dan air anggur. Roti melambangkan tubuh Tuhan Yesus sedangkan anggur melambangkan darah Tuhan Yesus. Boleh tidak kita menggunakan singkong, nasi atau sagu ganti roti ? Boleh-boleh saja. Akan tetapi sampai sekarang belum dikontekstualisasikan oleh tokoh-tokoh gereja di Indonesia , maka materi yang digunakan tetap ari anggur dan roti.
Mengenai persyaratan bagi yang mengikuti Perjamuan Kudus adalah adanya pengujian diri atau intropeksi diri ( I Kor.11:29). Tidak bisa asal ikut Perjamuan ada pemberesan diri atas dosa yang diperbuat, dan bertekad untuk hidup kudus dihadapan Allah. Apabila persyaratan tersebut dilanggar yakinlah ada sanksi yang Tuhan akan buat.
Menyangkut ekses-ekses yang ada yaitu roti dan anggur dapat menyembuhkan sakit penyakit, mengikuti perjamuan tanpa ada persyaratan tertentu berupa koreksi diri dan harus sudah dibaptis, tidak bisa dipungkiri. Setiap gereja memiliki pengajaran masing-masing. Sekalipun demikian bukan berarti didiamkan. Perlu ada pengkajian ulang dibawah terang Firman Tuhan.
Baptisan
Baptisan ( Mat.28:19)
Baptisan berasal dari bahasa Yunani yaitu Baptizo yang artinya ditenggelamkan. Dari asal kata tersebut maka GKRI menganut baptisan selam selagi dimungkinkan. Bila tidak maka baptisannya secara percik, misalnya bagi mereka yang sakit dan usia lanjut. Baptisan adalah hal yang penting dalam kekristenan. Mengapa begitu penting?
Alasan pertama adalah baptisan merupakan perintah dari Tuhan Yesus (Mat.28:19). Baptisan bukan perintah tokoh-tokoh gereja mula-mula, gembala sidang atau ketua umum sinode dari sebuah gereja. Baptisan adalah perintah dari Tuhan Yesus yang harus ditaati. Untuk itu baptisan tidak boleh dipermainkan misalnya oleh peserta baptisan maupun yang akan membaptis. Misal bagi peserta Baptisan ia terlebih dahulu harus percaya dan mengakui bahwa Yesus Kristus adalah sebagai Tuhan dan juru selamat pribadinya. Tanpa adanya kepercayaan dan pengakuan tidak diperkenankan untuk dibaptis. Pelaku pembaptisan harus konsisten bahwa Baptisan terjadi sekali untuk seumur hidup. Yang membaptiskan orang yang sudah dibaptis adalah kesalahan.
Alasan kedua adalah Baptisan dijalani oleh Tuhan Yesus (Mrk.1:9). Tuhan Yesus sendiri memberi diri untuk dibaptiskan sebagai bukti ketaatan-Nya atas aturan keagamaan yang penting itu. Jadi untuk mereka yang menunda-nunda baptisan dan mereka yang bersikeras untuk tidak mau dibaptis tidak memahami betapa pentingnya baptisan.
Alasan ketiga adalah baptisan dilakukan oleh jemaat mula-mula (Kis.2:41). Jemaat mula-mula dengan ketulusan hati dan kerinduannya member diri dibaptis. Dari situ terus berlanjut hingga hari ini bahwa setiap mereka yang percaya Tuhan Yesus wajib untuk dibaptiskan.
Alasan keempat adalah baptisan merupakan pengesahan keanggotaan disebuah gereja lokal (Kis.2:41). Perhatikan baik-baik, sekalipun orang itu rajin datang beribadah tetapi belum dibaptis sebenarnya belum layak dinyatakan sebagai anggota jemaat.
Alasan kelima adalah Baptisan memiliki arti mati dan bangkit bersama Kristus menuju hidup baru (Rm.6:4-6,11). Dengan dibaptisnya seseorang maka ia harus mengerti dengan baik bahwa ia mati bersama Yesus Kristus dari segala kuasa dosa dan bangkit bersama Yesus Kristus dalam menjalani hidup baru berdasarkan Firman Tuhan.
Baptisan berasal dari bahasa Yunani yaitu Baptizo yang artinya ditenggelamkan. Dari asal kata tersebut maka GKRI menganut baptisan selam selagi dimungkinkan. Bila tidak maka baptisannya secara percik, misalnya bagi mereka yang sakit dan usia lanjut. Baptisan adalah hal yang penting dalam kekristenan. Mengapa begitu penting?
Alasan pertama adalah baptisan merupakan perintah dari Tuhan Yesus (Mat.28:19). Baptisan bukan perintah tokoh-tokoh gereja mula-mula, gembala sidang atau ketua umum sinode dari sebuah gereja. Baptisan adalah perintah dari Tuhan Yesus yang harus ditaati. Untuk itu baptisan tidak boleh dipermainkan misalnya oleh peserta baptisan maupun yang akan membaptis. Misal bagi peserta Baptisan ia terlebih dahulu harus percaya dan mengakui bahwa Yesus Kristus adalah sebagai Tuhan dan juru selamat pribadinya. Tanpa adanya kepercayaan dan pengakuan tidak diperkenankan untuk dibaptis. Pelaku pembaptisan harus konsisten bahwa Baptisan terjadi sekali untuk seumur hidup. Yang membaptiskan orang yang sudah dibaptis adalah kesalahan.
Alasan kedua adalah Baptisan dijalani oleh Tuhan Yesus (Mrk.1:9). Tuhan Yesus sendiri memberi diri untuk dibaptiskan sebagai bukti ketaatan-Nya atas aturan keagamaan yang penting itu. Jadi untuk mereka yang menunda-nunda baptisan dan mereka yang bersikeras untuk tidak mau dibaptis tidak memahami betapa pentingnya baptisan.
Alasan ketiga adalah baptisan dilakukan oleh jemaat mula-mula (Kis.2:41). Jemaat mula-mula dengan ketulusan hati dan kerinduannya member diri dibaptis. Dari situ terus berlanjut hingga hari ini bahwa setiap mereka yang percaya Tuhan Yesus wajib untuk dibaptiskan.
Alasan keempat adalah baptisan merupakan pengesahan keanggotaan disebuah gereja lokal (Kis.2:41). Perhatikan baik-baik, sekalipun orang itu rajin datang beribadah tetapi belum dibaptis sebenarnya belum layak dinyatakan sebagai anggota jemaat.
Alasan kelima adalah Baptisan memiliki arti mati dan bangkit bersama Kristus menuju hidup baru (Rm.6:4-6,11). Dengan dibaptisnya seseorang maka ia harus mengerti dengan baik bahwa ia mati bersama Yesus Kristus dari segala kuasa dosa dan bangkit bersama Yesus Kristus dalam menjalani hidup baru berdasarkan Firman Tuhan.
Keuntungan dari menanggapi Kasih Allah
Keuntungan dari menanggapi Kasih Allah ( Mat.11;28)
Manusia yang menanggapi kasih Allah adalah manusia yang beruntung dibandingkan mereka yang menolak. Mereka yang menolak akan binasa dengan keputusannya. Sebaliknya mereka yang menanggapi akan memperoleh keuntungan yang tiada taranya. Untuk itu perlu mengetahui keuntungan apa saja yang diperoleh oleh mereka yang menanggapi secara baik akan kasih Allah tersebut. Pertama adalah adanya pengampunan dosa bahkan penyucian dari segala kejahatan ( I Yoh.1:9). Manusia mencoba membersihkan diri dari dosa dengan cara yang diajarkan oleh tokoh-tokoh agama seperti beramal, berpuasa, bersemedi dan lain sebagainya. Namun itu bukan cara yang diajarkan Tuhan dan dosa dan kejahatannya tetap ada. Tetapi mereka yang mau menanggapi kasih Allah akan diampuni dosa dan kejahatannya. Dan itu sudah pasti. Kedua adalah doa-doanya dijawab Oleh Allah (Yoh.14:13-14). Setelah seseorang menanggapi kasih Allah, hubungannya dengan Allah dipulihkan. Ia dapat berseru kepadaNya dengan menyampaikan berbagai permohonan dan Allah akan menjawab seruannya. Dan jaminannya adalah nama Yesus Kristus yang dipercayainya sehingga doanya dijawab oleh Allah. Ketiga, adalah ia diberiNya kuasa untuk menjadi anak-anak Allah (Yoh.1:12;Ef.1:5)). Disini berbicara tentang kedudukannya dihadapan Allah dibandingkan dengan orang-orang yang tidak memberikan tanggapan yang baik. Anak-anak Allah mewarisi akan janji-janji Allah. Keempat adalah memperoleh kehidupan kekal (Yoh.3:36). Setiap orang yang menanggapi kasih Allah dibebaskan dari hukuman. Ia diberikan kehidupan kekal di Surga sebagaimana yang dijanjikan Tuhan Yesus sendiri ( Yoh14:3). Untuk itu teruslah setia kepadaNya sekalipun banyak tantangan dan pencobaan.
Manusia yang menanggapi kasih Allah adalah manusia yang beruntung dibandingkan mereka yang menolak. Mereka yang menolak akan binasa dengan keputusannya. Sebaliknya mereka yang menanggapi akan memperoleh keuntungan yang tiada taranya. Untuk itu perlu mengetahui keuntungan apa saja yang diperoleh oleh mereka yang menanggapi secara baik akan kasih Allah tersebut. Pertama adalah adanya pengampunan dosa bahkan penyucian dari segala kejahatan ( I Yoh.1:9). Manusia mencoba membersihkan diri dari dosa dengan cara yang diajarkan oleh tokoh-tokoh agama seperti beramal, berpuasa, bersemedi dan lain sebagainya. Namun itu bukan cara yang diajarkan Tuhan dan dosa dan kejahatannya tetap ada. Tetapi mereka yang mau menanggapi kasih Allah akan diampuni dosa dan kejahatannya. Dan itu sudah pasti. Kedua adalah doa-doanya dijawab Oleh Allah (Yoh.14:13-14). Setelah seseorang menanggapi kasih Allah, hubungannya dengan Allah dipulihkan. Ia dapat berseru kepadaNya dengan menyampaikan berbagai permohonan dan Allah akan menjawab seruannya. Dan jaminannya adalah nama Yesus Kristus yang dipercayainya sehingga doanya dijawab oleh Allah. Ketiga, adalah ia diberiNya kuasa untuk menjadi anak-anak Allah (Yoh.1:12;Ef.1:5)). Disini berbicara tentang kedudukannya dihadapan Allah dibandingkan dengan orang-orang yang tidak memberikan tanggapan yang baik. Anak-anak Allah mewarisi akan janji-janji Allah. Keempat adalah memperoleh kehidupan kekal (Yoh.3:36). Setiap orang yang menanggapi kasih Allah dibebaskan dari hukuman. Ia diberikan kehidupan kekal di Surga sebagaimana yang dijanjikan Tuhan Yesus sendiri ( Yoh14:3). Untuk itu teruslah setia kepadaNya sekalipun banyak tantangan dan pencobaan.
Pentingnya Tanggapan Manusia atas Kasih Allah
Pentingnya Tanggapan Manusia atas Kasih Allah (Wah.3:20)
Manusia yang berdosa itu dapat diibaratkan orang yang sedang berada ditengah laut tetapi mengalami kapal karam. Ia berpegang disepotong papan kayu sambil berusaha menyelamatkan diri. Dengan perut yang lapar dan sisa-sisa tenaga tiba-tiba datanglah helicopter untuk menyelamatkan dengan melemparkan tali penyelamatan. Ada yang sesegera mungkin menangkap tali, tetapi ada yang menunda, yang lainnya lagi menolak sampai akhirnya mati lemas dilautan luas. Tuhan pun demikian kepada manusia. Ia datang ke dalam dunia menjadi manusia di dalam diri Tuhan Yesus untuk menyelamatkan manusia dari dosa.
Apakah yang harus dilakukan oleh setiap manusia dalam menanggapi kasih Allah? Perhatikan baik-baik apa yang dinyatakan Alkitab. Pertama Manusia diminta untuk percaya kepada Tuhan Yesus (Yoh.3:16-18), adanya pengakuan melalui mulut dan kepercayaan dalam hati bahwa Yesus adalah Tuhan dan Allah telah membangkitkanNya ( Rm.10:9-10), Manusia harus bertobat dan memberi diri untuk dibaptis (Kis.2:38). Untuk itu siapapun orangnya perlu memberikan tanggapan yang ditawarkan oleh Allah.
Manusia yang berdosa itu dapat diibaratkan orang yang sedang berada ditengah laut tetapi mengalami kapal karam. Ia berpegang disepotong papan kayu sambil berusaha menyelamatkan diri. Dengan perut yang lapar dan sisa-sisa tenaga tiba-tiba datanglah helicopter untuk menyelamatkan dengan melemparkan tali penyelamatan. Ada yang sesegera mungkin menangkap tali, tetapi ada yang menunda, yang lainnya lagi menolak sampai akhirnya mati lemas dilautan luas. Tuhan pun demikian kepada manusia. Ia datang ke dalam dunia menjadi manusia di dalam diri Tuhan Yesus untuk menyelamatkan manusia dari dosa.
Apakah yang harus dilakukan oleh setiap manusia dalam menanggapi kasih Allah? Perhatikan baik-baik apa yang dinyatakan Alkitab. Pertama Manusia diminta untuk percaya kepada Tuhan Yesus (Yoh.3:16-18), adanya pengakuan melalui mulut dan kepercayaan dalam hati bahwa Yesus adalah Tuhan dan Allah telah membangkitkanNya ( Rm.10:9-10), Manusia harus bertobat dan memberi diri untuk dibaptis (Kis.2:38). Untuk itu siapapun orangnya perlu memberikan tanggapan yang ditawarkan oleh Allah.
Kasih Allah kepada Manusia yang berdosa
Kasih Allah kepada Manusia yang berdosa( Kej.3:1-24)
Manusia telah jatuh ke dalam dosa. Ia salah menggunakan hak pilihnya. Manusia lebih mendengar kata-kata Iblis daripada Firman Tuhan. Berawal dari situ manusia dsri generasi ke generasi harus menanggung akibatnya. Itulah konsekuensi dari kejatuhan manusia dalam dosa. Namun perlu dicatat, Allah tetap menaruh belaskasihan kepada manusia yang berdosa.
Apakah buktinya kalau kasih Allah tetap ada pada umat manusia yang berdosa? Apabila dicermati maka dalam nats tentang kejatuhan manusia yang telah jatuh dalam dosa paling tidak ada tiga. Pertama, Allah mengambil inisiatif dengan mencari manusia yang telah jatuh dalam dosa (ay.9). Kedua, Allah menyatakan akan datangnya seorang keturunan manusia yang akan meremukkan kepala iblis tersebut(ay.15). Ketiga, adalah Allah membuatkan pakaian dan memberikannya kepada manusia itu(ay.21). Allah tetap mengingat manusia yang berdosa(Maz.8:5), Allah menggenapi janjiNya untuk menyelamatkan manusia (Mat.1:21;Yoh.1:14) dan manusia bisa diselamatkan melalui Tuhan Yesus (Yoh.3;16;18).
Allah tidak tinggal diam atas kejatuhan manusia dari dosa. Ia mengambil tindakan nyata dengan mencari manusia itu. Disini inisiatif datang dari Allah. Semestinya manusia yang harusnya mencari atau menemui Allah. Allah bukannya tidak tahu.Tetapi Allah meminta pertanggungjawaban. Setelah itu Allah menyatakan tindakan lainnya yaitu suatu hari dari keturunan manusia akan menghancurkan kekuasan Iblis. Yang dimaksudkan disini adalah Mesias yaitu Tuhan Yesus. Melaui Yesus Kristus Kuasa iblis dihancurkan. Disamping itu Tuhan mengorbankan binatang dengan mengambil kulitnya dan dijadikan pakaian serta dikenankan kepada manusia itu. Jadi kasih Allah yang maha dasyat itu dinyatakan di dalam diri Tuhan Yesus sendiri ( Yoh.3:16)
Manusia telah jatuh ke dalam dosa. Ia salah menggunakan hak pilihnya. Manusia lebih mendengar kata-kata Iblis daripada Firman Tuhan. Berawal dari situ manusia dsri generasi ke generasi harus menanggung akibatnya. Itulah konsekuensi dari kejatuhan manusia dalam dosa. Namun perlu dicatat, Allah tetap menaruh belaskasihan kepada manusia yang berdosa.
Apakah buktinya kalau kasih Allah tetap ada pada umat manusia yang berdosa? Apabila dicermati maka dalam nats tentang kejatuhan manusia yang telah jatuh dalam dosa paling tidak ada tiga. Pertama, Allah mengambil inisiatif dengan mencari manusia yang telah jatuh dalam dosa (ay.9). Kedua, Allah menyatakan akan datangnya seorang keturunan manusia yang akan meremukkan kepala iblis tersebut(ay.15). Ketiga, adalah Allah membuatkan pakaian dan memberikannya kepada manusia itu(ay.21). Allah tetap mengingat manusia yang berdosa(Maz.8:5), Allah menggenapi janjiNya untuk menyelamatkan manusia (Mat.1:21;Yoh.1:14) dan manusia bisa diselamatkan melalui Tuhan Yesus (Yoh.3;16;18).
Allah tidak tinggal diam atas kejatuhan manusia dari dosa. Ia mengambil tindakan nyata dengan mencari manusia itu. Disini inisiatif datang dari Allah. Semestinya manusia yang harusnya mencari atau menemui Allah. Allah bukannya tidak tahu.Tetapi Allah meminta pertanggungjawaban. Setelah itu Allah menyatakan tindakan lainnya yaitu suatu hari dari keturunan manusia akan menghancurkan kekuasan Iblis. Yang dimaksudkan disini adalah Mesias yaitu Tuhan Yesus. Melaui Yesus Kristus Kuasa iblis dihancurkan. Disamping itu Tuhan mengorbankan binatang dengan mengambil kulitnya dan dijadikan pakaian serta dikenankan kepada manusia itu. Jadi kasih Allah yang maha dasyat itu dinyatakan di dalam diri Tuhan Yesus sendiri ( Yoh.3:16)
Langganan:
Postingan (Atom)